SUKABUMI – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah warung yang menjual sembako dan bahan bakar minyak (BBM) eceran di Kampung Cigadog, RT 001/001, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026) dini hari.
Peristiwa yang diketahui sekitar pukul 04.00 WIB itu menelan satu korban jiwa. Seorang pria bernama Ima Hermawan (41) ditemukan meninggal dunia di dalam bangunan warung berukuran sekitar 8×4 meter tersebut.
Informasi yang dihimpun, kobaran api dengan cepat melalap bangunan lantaran di dalam warung terdapat BBM yang dijual secara eceran. Korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia setelah tubuhnya terbakar.
Kapolsek Simpenan AKP Bayu Sunarti Agustina mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi kebakaran dari masyarakat.
“Begitu menerima laporan, anggota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi,” ujar Bayu.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga kebakaran bermula dari gangguan pada instalasi listrik. Api kemudian diduga menyambar BBM eceran yang tersimpan di dalam warung sehingga kebakaran cepat membesar.
“Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik dan kemudian menyambar BBM eceran yang berada di dalam warung,” katanya.
Korban diketahui merupakan warga Kampung Cigadog, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan. Sehari-hari, Ima bekerja sebagai buruh harian lepas.
Petugas yang mendatangi lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, serta mendata kerusakan dan kerugian akibat kebakaran.
Polisi juga berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait penanganan jenazah. Berdasarkan laporan kepolisian, keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap korban.
“Untuk penanganan korban, kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga. Seluruh proses dilakukan sesuai prosedur,” ujar Bayu.
Hingga kini, nilai kerugian material akibat kebakaran tersebut belum dapat dipastikan. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat yang menyimpan atau menjual BBM eceran agar memperhatikan faktor keselamatan, terutama kondisi instalasi listrik dan lokasi penyimpanan bahan yang mudah terbakar.












