Tina Wiryawati: Laskar Gerindra Harus Hadir dan Bermanfaat untuk Rakyat

DPRD14 Views

KUNINGAN – Laskar Gerindra Kuningan didorong tidak hanya menjadi kekuatan politik, tetapi juga mampu tampil sebagai garda terdepan dalam membaca dan membantu menjawab keresahan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Hj. Tina Wiryawati, bersama Laskar Gerindra Kuningan di Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Minggu (13/9).

Perwakilan DPC Partai Gerindra Kuningan, Bambang Harimurti, menyampaikan apresiasi atas perhatian Tina Wiryawati terhadap keberadaan Laskar Gerindra. Menurutnya, perhatian tersebut menunjukkan bahwa kader dan laskar di tingkat akar rumput merupakan bagian penting dari keluarga besar Gerindra.

“Kami memberikan apresiasi luar biasa kepada Bunda Tina atas atensinya kepada teman-teman Laskar Gerindra Kuningan. Bunda sebagai anggota dewan provinsi mempunyai perhatian lebih dan bahkan memprioritaskan teman-teman laskar,” ujar Bambang.

Ia menilai, perjuangan membesarkan Partai Gerindra bukanlah proses yang mudah. Karena itu, seluruh elemen partai harus menjaga semangat perjuangan yang selama ini menjadi fondasi partai.

Bambang juga menyinggung perjalanan politik Tina Wiryawati yang pernah mendapat penugasan partai di luar Pulau Jawa. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa perjuangan politik membutuhkan loyalitas, keteguhan, serta kesediaan menjalankan setiap mandat partai.

“Beliau pernah maju di Sumatera, berdarah-darah demi membesarkan partai. Tujuannya satu, bagaimana perjuangan kita mengantarkan Pak Prabowo menjadi pemimpin di republik ini,” katanya.

Menurut Bambang, keberadaan Tina di tengah kader bukan sekadar simbol kehadiran seorang legislator. Ia berharap akses dan ruang komunikasi yang dimiliki kader Gerindra dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat.

“Kalau ada keresahan warga sekitar, mari kita bantu melalui akses yang kita punya di partai. Kita bersama-sama berjuang dan membesarkan Partai Gerindra,” tegasnya.

Sementara itu, Hj. Tina Wiryawati menegaskan bahwa dirinya tidak memandang Laskar Gerindra sebagai kelompok yang berdiri sendiri. Laskar, kata dia, merupakan bagian dari keluarga besar Gerindra sekaligus kekuatan partai yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Saya ini wakil dari teman-teman semua di DPRD provinsi. Saya juga Wasekjen DPP Partai Gerindra. Artinya, kita ini keluarga besar,” kata Tina politisi asal dapil Jabar XIII (Kuningan, Ciamis, Banjar dan Pangandaran).

Ia menekankan, posisi laskar yang berada di akar rumput justru membuat mereka memiliki tanggung jawab lebih besar untuk peka terhadap kondisi masyarakat.

“Laskar itu ada di akar rumput. Maka harus bisa peka terhadap keresahan sesama di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Bagi Tina, politik tidak seharusnya berhenti pada perebutan posisi maupun kepentingan pribadi. Partai politik harus menjadi ruang perjuangan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Saya ingin berbuat untuk masyarakat sesuai dengan apa yang saya mampu dan saya bisa. Kalau tidak berjuang, mana mungkin kita bisa membantu masyarakat,” tegasnya.

Tina kemudian menceritakan pengalamannya ketika mendapat penugasan partai ke Bangka Belitung. Meski tidak mengenal wilayah maupun jaringan politik di daerah tersebut, ia tetap menjalankan instruksi partai dengan mendatangi PAC satu per satu.

“Saya ditempatkan partai di Bangka Belitung. Saya tidak kenal dan tidak tahu siapa-siapa, tetapi saya datangi setiap PAC. Itu membutuhkan perjuangan. Saya harus menggunakan pesawat untuk ke sana,” ungkapnya.

Bahkan ketika maju sebagai calon anggota DPR RI pada 2014 dan menyadari peluang kemenangan sangat berat, Tina mengaku tetap menjalankan mandat partai.

“Saya tahu kalah, tetapi saya tetap menjalankan perintah partai. Karena kalau kita mengatakan berjuang, artinya kita harus memahami situasi di tempat perjuangan kita,” katanya.

Ia pun mengingatkan agar perjuangan di dalam partai tidak disalahartikan sebagai jalan untuk memperkaya diri. Menurut Tina, menjadi bagian dari partai justru membutuhkan pengorbanan, baik waktu, tenaga maupun biaya.

“Kalau sekadar masuk partai untuk memperkaya diri, dari mana? Kita bekerja mungkin dibayar, tetapi masuk partai tidak dibayar. Justru kita keluar uang dan itu tidak sedikit,” ujarnya.

Karena itu, Tina meminta Laskar Gerindra tidak berhenti pada kebanggaan mengenakan seragam. Identitas sebagai laskar, kata dia, harus dibuktikan melalui kerja nyata dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

“Jangan hanya bangga memakai seragam laskar kalau tidak bisa memberikan manfaat di lingkungan kita. Walaupun manfaatnya kecil, tetap harus ada manfaat yang bisa kita berikan,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *