Sukabumionline.id, Sukabumi – Perkara meninggalnya NS (13), pelajar asal Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, kini memasuki fase yang lebih serius. Aparat dari Polres Sukabumi memastikan kasus tersebut resmi ditingkatkan ke tahap penyidikan setelah ditemukan indikasi kuat adanya dugaan tindak kekerasan.
Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil usai tim penyidik melakukan serangkaian pendalaman intensif sejak awal laporan diterima.
“Setelah kami lakukan serangkaian pemeriksaan dan pengumpulan bukti secara menyeluruh, kami menilai telah terdapat dasar hukum yang cukup untuk menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan,” ujar Samian saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Ia menegaskan, pendekatan yang digunakan dalam pengungkapan kasus ini berbasis metode ilmiah. Penyidik memanfaatkan teknik investigasi forensik guna memastikan setiap temuan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
“Kami tidak ingin bersandar pada asumsi. Semua langkah dilakukan dengan pendekatan scientific crime investigation agar hasilnya objektif dan teruji,” katanya.
Dalam proses pendalaman, kepolisian turut melibatkan tim ahli dari Mabes Polri untuk membantu analisis toksikologi dan aspek psikologi forensik korban. Langkah ini diambil guna memperkuat konstruksi perkara.
AKBP Samian juga menegaskan bahwa institusinya tidak terpengaruh oleh opini yang berkembang di ruang digital.
“Kami mengikuti dinamika informasi di publik, namun penanganan perkara tetap berjalan profesional dan independen. Fokus kami adalah pembuktian,” tegasnya.
Terkait ibu tiri korban berinisial TR, penyidik telah melakukan pemeriksaan resmi. Namun, kepolisian belum mengambil kesimpulan akhir dan masih memverifikasi seluruh keterangan yang diberikan.
“Setiap alibi akan kami uji dengan data dan fakta. Kami berhati-hati agar tidak gegabah dalam menentukan langkah selanjutnya,” ucapnya.
Dari hasil visum luar, ditemukan sejumlah luka yang mengindikasikan adanya trauma akibat panas serta benturan benda keras di beberapa bagian tubuh korban. Meski demikian, penyebab kematian secara pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari tim forensik.
Sejauh ini, 16 orang telah dimintai keterangan untuk memperjelas rangkaian peristiwa. Penyidik masih memburu tambahan alat bukti sebelum menetapkan pihak yang paling bertanggung jawab.
“Kami terus melengkapi berkas dan alat bukti. Jika seluruh unsur terpenuhi, tentu akan kami sampaikan perkembangan berikutnya,” Tutup Samian.
NA












