Evakuasi Dramatis, Dua Buruh Selamat dari Runtuhan Pondasi Alfamart K3 Diabaikan, Warga Soroti Keselamatan Kerja di Proyek Alfamart Palabuhanratu

sukabumionline.id

News31 Views

Sukabumi – Kecelakaan kerja serius terjadi di Kampung Kebontarum 2, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Selasa (6/1/2026). Dua buruh bangunan terjepit runtuhan pondasi saat mengerjakan proyek perluasan bangunan Alfamart ke bagian belakang. Insiden ini diduga kuat dipicu lemahnya penerapan standar keselamatan kerja.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.00 WIB ketika para pekerja tengah melakukan pengerjaan pondasi tambahan untuk memperluas area bangunan.

Struktur pondasi lama dan galian baru berada dalam jarak berdekatan. Tanpa peringatan, pondasi ambrol ke area galian dan menjepit dua buruh yang berada di bawah.

Laporan kejadian diterima Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi pada pukul 13.20 WIB. Petugas Damkar langsung bergerak cepat ke lokasi dan berkoordinasi dengan Basarnas, tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan, serta pekerja bangunan di sekitar lokasi.

Korban pertama, Agung (24), berhasil dievakuasi sekitar 10 menit setelah proses penyelamatan dimulai dan langsung dibawa ambulans untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara korban kedua, Amud (45), mengalami proses evakuasi yang lebih sulit. Tubuh korban terhimpit pondasi bangunan dan tanah galian yang sangat rapat, sehingga menyulitkan pergerakan tim penyelamat.

“Kondisinya cukup berat karena korban terjepit pondasi dan tanah galian. Ruang geraknya sangat sempit, namun kami terus berupaya maksimal dengan kerja sama seluruh unsur,” ujar Uus Sumarna, Kasi Pengendalian Operasi dan Komunikasi Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi.

Setelah hampir satu jam upaya penyelamatan, korban kedua akhirnya berhasil dievakuasi tepat pukul 14.00 WIB. Dengan demikian, dua buruh yang terjebak berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup.

“Alhamdulillah, kedua korban dapat dievakuasi seluruhnya. Ini berkat kerja sama Damkar, Basarnas, tim kesehatan, dan para pekerja di lokasi,” tambah Uus.

Namun, dari hasil pantauan di lokasi kejadian, para pekerja diketahui tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Tidak terlihat helm proyek, rompi keselamatan, maupun perlengkapan pengaman lain saat pekerjaan pondasi dilakukan.

Pengerjaan tanpa APD dan minimnya pengamanan struktur pada proyek perluasan bangunan tersebut memicu sorotan warga sekitar.

Mereka menilai pengawasan keselamatan kerja di proyek pembangunan Alfamart itu sangat lemah dan berpotensi membahayakan pekerja.

Warga mendesak pihak berwenang untuk melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pemeriksaan aspek teknis konstruksi dan penerapan K3, serta menindak tegas pihak pelaksana proyek agar kejadian serupa tidak terulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *