SukabumiOnline.id – Insiden fatal yang terjadi di wahana jetski Pantai Buffalo dan menewaskan seorang wisatawan asing memicu reaksi keras dari DPRD Kabupaten Sukabumi.
Pimpinan dewan menilai peristiwa tersebut harus menjadi peringatan serius bagi seluruh pengelola wisata air di daerah itu.
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menegaskan bahwa kecelakaan tersebut tidak dapat dilepaskan dari persoalan kepatuhan terhadap aturan.
Ia menekankan pentingnya legalitas sebagai pintu masuk utama pengawasan keselamatan.
“Izin itu bukan sekadar urusan administrasi. Di dalamnya ada penilaian kelayakan, standar keamanan, sampai kesiapan penanganan darurat. Kalau itu diabaikan, risikonya sangat besar,” ujar Budi, Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, wahana wisata berisiko tinggi seperti jetski seharusnya tidak dioperasikan sebelum seluruh ketentuan dipenuhi.
Ia menilai, ketidakpatuhan terhadap perizinan sering berbanding lurus dengan lemahnya penerapan prosedur keselamatan di lapangan.
“Kalau dari awal izinnya saja tidak beres, bagaimana publik bisa yakin pengawasannya berjalan? Ini menyangkut keselamatan manusia, bukan hal sepele,” katanya.
Budi juga mengingatkan bahwa kejadian yang merenggut nyawa wisatawan asal Arab Saudi tersebut dapat berdampak luas terhadap citra pariwisata Sukabumi.
Ia menilai satu insiden fatal cukup untuk menurunkan kepercayaan wisatawan, terutama dari mancanegara.
“Pariwisata kita bisa tercoreng hanya karena kelalaian. Ini tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.
Ia pun mendesak pemerintah daerah dan aparat berwenang agar segera melakukan penertiban terhadap seluruh wahana wisata air yang belum memenuhi syarat hukum. Menurutnya, ketegasan menjadi kunci agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.
“Aturan dibuat untuk melindungi semua pihak. Pengelola wajib patuh, dan pemerintah harus berani bertindak,” Tutup budi.






